Dalam Kesyahduan
(Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu- Sapardi Djoko Darmono) I. Dan kucuri malam, karena hadirmu, kini, tersipu ku dalam diam, terpacu rasa bahagiaku, mewangi kata dan elokku. II. Dan kupingit malam, mematri bayangmu dalam do’a-do’a panjangku mentasbihkan namamu di tiap serpihan kata, membiarkanmu merebahkan diri dalam dzikirku, menghalau galau yang menawan jiwamu, agar kilau, senantiasa terpendar di beningnya matamu III. Dan kujadikan malam sebagai kekasih, mendekapnya mesra, kupuja, kurayu, untuk merelakan tiap detiknya memanjang, agar tak henti aku mengharap nyenyaknya senyummu. IV. Dan kuabadikan malam, kubentangkan permadani langit, hingga terpenjaralah kau dalam surga.
Nov ‘05
|
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way...
(Pablo Neruda)

Rumah di Tepi Telaga
Hanya ada aku dan kau;
kita undang lautan, gunung, serta sungai yang mendamaikannya,
mentari, rembulan, serta gerhana yang menyatukannya,
untuk mentafsirkan kebersamaan.
(Mencintai adalah berkomuni dengan yang lain dan menemukan percikan Tuhan dalam diri mereka.…
Paulo Coelho)
Kotodama (Ruh Kata)
kau menulis sebuah legenda, dalam diaryku
ya, hanya kau,
tertera
menjadi jiwa
menjadi ruh
tepat,
di sudut diary hatiku
kau menulis;
‘kutemui kau tiap hari namun sekian hari itu pula aku selalu menantikan perjumpaan dengan dikau’
|
0 Comments:
Post a Comment
<< Home